
Ingin membuat gambar atau video menggunakan AI secara gratis ? Hati-hati! Penjahat siber memanfaatkan popularitas AI untuk menyebarkan malware yang dapat mencuri kata sandi, informasi akun, dan data penting dari perangkat korban.
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini banyak digunakan untuk membantu pekerjaan, membuat konten, dan mengolah dokumen. Berbagai layanan AI gratis juga bermunculan di internet.
Namun, tidak semua situs yang menawarkan layanan AI dapat dipercaya. Ada situs palsu yang sengaja dibuat menyerupai layanan AI populer untuk memancing pengguna mengunduh dan menjalankan file berbahaya.
Bagaimana modus penipuannya ?
Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah situs palsu pembuat gambar atau video AI. Pelaku mempromosikan situs tersebut melalui iklan media sosial atau halaman yang menyerupai layanan resmi.
Pengguna kemudian diminta mengunggah gambar, memasukkan perintah, dan menekan tombol untuk menghasilkan konten. Setelah proses seolah-olah selesai, situs menyediakan file unduhan yang diklaim sebagai hasil AI.
Padahal, file tersebut dapat berupa program berbahaya yang menyamar sebagai gambar atau video. Jika dijalankan, malware dapat mencuri informasi yang tersimpan di perangkat, termasuk kredensial akun dan token sesi peramban.
Contoh kasus nyata.
1. Situs palsu Kling AI menyebarkan malware pencuri informasi.
Dalam laporan berjudul "The Sting of Fake Kling : Facebook Malvertising Lures Victims to Fake AI Generation Website", Check Point Research mengungkap kampanye yang meniru layanan AI Kling untuk membuat gambar dan video.
Pelaku menggunakan halaman media sosial palsu dan iklan Facebook untuk mengarahkan pengguna ke situs tiruan. Setelah pengguna mencoba menghasilkan konten, situs menawarkan file unduhan yang terlihat seperti gambar atau video.
Namun, file tersebut sebenarnya merupakan program Windows yang disamarkan sebagai file media. Ketika dijalankan, program tersebut memasang malware pencuri informasi yang dapat mengambil kredensial, token sesi, dan data sensitif lainnya dari peramban.
2. Situs generator video AI palsu menyebarkan malware dan backdoor.
Dalam laporan "Text-to-Malware : How Cybercriminals Weaponize Fake AI-Themed Websites", tim Mandiant Threat Defense menjelaskan kampanye yang memanfaatkan ketertarikan masyarakat terhadap generator video AI.
Pelaku membuat situs palsu yang meniru layanan seperti Luma AI, Canva Dream Lab, dan Kling AI. Ribuan iklan yang terkait dengan kampanye tersebut ditemukan menjangkau jutaan pengguna di berbagai platform media sosial.
Setelah korban diarahkan ke situs tiruan dan menekan tombol unduh, file arsip yang disediakan dapat berisi komponen malware. Peneliti mengidentifikasi ancaman berupa pencuri informasi dan sejumlah backdoor, yaitu program yang dapat membuka akses tidak sah ke perangkat korban.
3. Installer DeepSeek AI palsu di GitHub digunakan untuk menyebarkan malware.
Dalam artikel "AI Brands as Bait : How Threat Actors Are Using the AI Hype in Social Engineering", Microsoft melaporkan kampanye yang memanfaatkan popularitas DeepSeek V4.
Pelaku membuat organisasi dan repositori GitHub palsu yang menggunakan nama serta identitas visual DeepSeek. Repositori tersebut dibuat menyerupai tempat resmi untuk memperoleh perangkat lunak AI, lengkap dengan informasi teknis dan materi yang terlihat meyakinkan.
Arsip unduhan yang ditawarkan ternyata berisi executable berbahaya yang menyamar sebagai installer DeepSeek. Menurut Microsoft, malware tersebut digunakan untuk memasang Vidar Stealer, yaitu malware pencuri informasi. Microsoft juga melaporkan bahwa repositori dan sertifikat terkait telah ditangani melalui koordinasi dengan pihak terkait.
Apa dampaknya bagi aparatur dan masyarakat ?
Bagi aparatur pemerintah, infeksi malware pada komputer kantor berpotensi membahayakan akun kedinasan, dokumen pekerjaan, serta akses ke sistem informasi instansi. Jika perangkat yang terinfeksi terhubung ke jaringan kantor, risiko juga dapat meluas bergantung pada jenis malware dan hak akses perangkat tersebut.
Sementara itu, masyarakat umum berisiko kehilangan akses akun email dan media sosial, mengalami pencurian kredensial, atau tereksposnya informasi pribadi yang tersimpan pada perangkat.
Dampak sebenarnya bergantung pada jenis malware, konfigurasi perangkat, serta data dan akses yang tersedia bagi penyerang.
Cara menghindari jebakan malware pada tool AI gratis.
AI dapat membantu meningkatkan produktivitas, tetapi kemudahan dan fitur gratis tidak boleh membuat kita lengah. Penjahat siber dapat memanfaatkan nama layanan AI populer sebagai umpan untuk menyebarkan malware.
Sebelum mengklik tautan, mengunduh file, atau memasang aplikasi, pastikan sumbernya dapat dipercaya.
Ingat, jangan sampai niat membuat konten dengan AI gratis justru membuat data dan perangkat Anda menjadi korban kejahatan siber.