
Di era digital saat ini, hampir setiap aktivitas kita meninggalkan jejak di internet. Saat mengunggah foto ke media sosial, mengisi formulir online, memberikan komentar, hingga sekadar mencari informasi melalui mesin pencari, semuanya dapat membentuk apa yang disebut sebagai jejak digital. Jejak digital adalah rekam data dari aktivitas seseorang di dunia internet yang dapat tersimpan dan berpotensi diakses kembali di kemudian hari.
Smishing merupakan salah satu bentuk kejahatan siber yang dilakukan melalui pesan singkat (SMS) atau aplikasi pesan instan dengan tujuan menipu masyarakat agar memberikan data pribadi maupun informasi keuangan. Istilah Smishing berasal dari gabungan kata SMS dan Phishing, yaitu teknik penipuan yang memanfaatkan rekayasa sosial untuk mengelabui korban.
Berdasarkan rekomendasi Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA), ada sebuah kebiasaan sederhana yang bisa secara signifikan meningkatkan keamanan ponsel Android dan iPhone Anda, yaitu restart perangkat setidaknya sekali seminggu.
Dalam ranah keamanan siber, dua istilah yang sering muncul adalah Data Breach dan Data Leak. Meski keduanya berkaitan dengan ancaman terhadap data, penting untuk diketahui bahwa keduanya memiliki perbedaan mendasar. Memahami perbedaan ini sangat penting, terutama bagi individu maupun organisasi yang ingin meningkatkan perlindungan terhadap data pribadi dan sensitif.
Peretasan akun WhatsApp telah menjadi masalah yang semakin meresahkan. Para pelaku kejahatan siber ini memanfaatkan celah keamanan untuk mengambil alih akun pengguna, yang kemudian mereka gunakan untuk melancarkan aksi penipuan terhadap kontak-kontak yang ada di daftar WhatsApp korban. Ketika sebuah akun berhasil diretas, pemiliknya akan kehilangan akses sepenuhnya, baik melalui perangkat ponsel pintar maupun komputer atau laptop. Modus operandi ini telah menimbulkan kerugian finansial.
Secure coding adalah serangkaian praktik dan metode yang dirancang untuk mencegah kerentanan keamanan dalam pengembangan perangkat lunak.